Minggu, 04 Desember 2011

Abraham Samad, akankah menjadi Sang Lopa?

Sudah sering saya bertemu dengan sosok Pak Abraham Samad, namun baru 1 kali saya bersalaman dengan beliau. Pada saat beliau menjadi juri dalam acara Kompetisi Essai dan Karya Tulis Mahasiswa Nasional 2011 Lembaga Penalaran dan Penulisan Karya Ilmiah (KERTAS NASIONAL 2011 LP2KI). Sejak pertama bertemu beliau, saya langsung tahu bahwa beliau merupakan sosok yang sederhana dan supel yang mudah melebur dengan siapa saja termasuk mahasiswa seperti saya. Pada saat beliau mencalonkan diri menjadi pimpinan KPK, saya tidak banyak berharap, mengapa? karena saya beranggapan bahwa anak dari "pulau seberang" tidak akan bisa menjadi seorang pimpinan lembaga tinggi negara yang berdiri di Jakarta. Namun saya tetap salut dengan kegigihan beliau yang tetap mencalonkan dirinya menjadi pimpinan KPK, walaupun  pada proses pemilihan tesebut banyak yang memandang sebelah mata beliau, maklum Pak Abraham kurang dikenal di nasional.

Pada tanggal 3 Desember 2011, pimpinan KPK terpilih resmi diumumkan. Saya memang tidak mengikuti proses pemilihan tersebut melalui media namun saya sangat terkejut ketika mengetahui bahwa beliau lah yang terpilih menjadi Ketua KPK jilid III. Sungguh menjadi kebanggan tersendiri bagi saya selaku orang yang berdarah bugis-makassar. Dan asumsi saya diawal yang beranggap bahwa anak "pulau seberang" tidak bisa menjadi pimpinan lembaga negara secara otomatis tersangkalkan. Pak Abrahan menang telak dalam pemilihan tersebut. Namun, tidak "keren" rasanya jika suatu keberhasilan tidak diwarnai dengan pro dan kontra. Bagi sejumlah orang yang tak mengenal sosok Pak Abraham berpendapat bahwa pemilihan ini murni karena permainan politik belaka karena DPR memilih orang tanpa memandang kemampuan yang ia miliki.  Sebagian juga berpendapat bahwa, Pak Abraham menggali lubang kuburnya sendiri karena pemilihannya pasti dengan perjanjian-perjanjian politik dengan anggota DPR, sehingga ia dapat terpilih. Pendapat positif pun datang dari orang yang sudah muak dengan sosok yang menjanjikan namun pada akhirnya mengecewakan, dan mereka menilai Pak Abraham adalah "orang baru" yang dapat membawa angin segar bagi rasa kekecewaan dari orang-orang terdahulu.

Yahh.. apapun itu saya sudah cukup tergetar saat melihat tayangan Pak Abraham Samad di Metro TV sesaat setelah beliau terpilih. Beliau mengatakan dengan keras bahwa KPK tidak akan tebang pilih, siapa pun itu, saudara sekalipun akan saya gantung jika benar melakukan korupsi. Saya terkesima sekaligus takut. Saya terkesima karena seakan melihat gambar (karena tidak pernah bertemu langsung dengan beliau) Baharuddin Lopa di telivisi itu. Baharuddin Lopa yang saya tahu dari cerita dosen-dosen saya adalah sosok pahlawan hukum di Indonesia, Putra Sulawesi yang tidak pernah takut pada apapun dan siapapun dalam hal menegakkan keadilan. Beliau adalah mantan Jaksa Agung yang terkenal berani dan sederhana. Dan, saya takut karena TAKUT Pak Abraham Samad tidak bisa menjadi Baharuddin Lopa.

Harapan semua masyarakat Indonesia sangat besar dan sekarang harapan-harapan itu ada dipundak Pak Abraham. Korupsi yang merupakan penyakit kronis bangsa harus sesegera mungkin dihilangkan, Indonesia harus segera sembuh. Dan Pak Abraham Samad dapat merupakan salah satu obat penyembuh itu.
Saya, kami, mereka sangat berharap banyak padamu Pak, jadilah obat yang dapat menyembuhkan bangsa ini dari grogotan korupsi yang kian kronis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar